Eksklusif : ‘The Art of Worship’ Buku Terbaru Ps. Juan Mogi

Ps. Juan Mogi seorang hamba Tuhan dan juga gembala dari gereja GBI Gilgal yang berlokasi di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, ditengah kesibukan pelayanannya telah menyelesaikan buku ke-3 nya ‘The Art of Worship’ dan diluncurkan secara resmi oleh Insight Unlimited pada 24 Januari 2021.

Buku ini sebagian besar diilhami oleh Yohanes 4 ayat 23, dimana Bapa menghendaki peyembah yang benar, Allah mencari penyembah yang benar yang menyembah dalam roh dan kebenaran. Buku tersebut dikemas menarik dengan desain ilustrasi dari lukisan tangan yang bertemakan karikatur atau mural.

Dalam The Art of Worship, Ps. Juan Mogi menunjukkan pada kita bagaimana menjadi penyembah yang benar seperti yang Bapa cari, beliau mengibaratkan penyembahan adalah seni dimana setiap orang memiliki definisi yang berbeda tentang penyembahan tergantung dari apa yang mereka percayai. Ada banyak pengertian mengenai penyembahan “Harapan saya buku ini akan menjadi petunjuk yang membantu kita bagaimana menyembah dengan pengertian yang benar tetapi juga bebas mengekspresikannya”

Hal itu dikatakan saat jumpa pers secara virtual pada 23 Januari 2021 yang di disiarkan secara langsung melalui 9 radio di tanah air dan juga youtube channel Insight Unlimited , pada kesempatan tersebut Ps. Juan Mogi membagi cerita dibalik buku barunya dan harapannya untuk buku baru tersebut

Selamat atas buku terbaru anda The Art of Worship yang akan diluncurkan pada 24 Januari 2021. Sebenarnya buku ini tentang apa?

Buku terbaru saya ini membantu bagaimana kita menjadi penyembah yang benar. Dalam bahasa indonesia arti judulnya adalah Seni Penyembahan, mengapa saya berikan judul seni karena tiap orang punya caranya sendiri dalam mengekspresikan penyembahannya kepada Tuhan. Lalu pada penyembahan ada banyak orang yang punya pengertian penyembahan yang berbeda-beda dan saya mau membawakan beberapa pengertian yang mungkin belum diketahui oleh banyak orang, jadi saya mau menggabungkan dua kata ini, “Seni” dan “Penyembahan”. Bagaimana menyembah dengan pengertian yang benar tetapi juga setiap orang bebas mengekspresikannya.

Apa sebenarnya yang melatar belakangi penulisan buku ini?

Yang melatar belakangi saya untuk menulis karena saya sendiri sebenarnya senang membaca. Dan saya melihat masih banyak orang yang senang membaca buku dan mengapa tidak kita sebagai anak-anak Tuhan dan gereja Tuhan, kita mewarnai dunia dengan nilai-nilai kebenaran dari firman Tuhan, salah satunya dengan menulis buku. Hal kedua karena ingin menaikkan budaya membaca di Indonesia.


Desain buku ini sangat menarik, salah satunya


adalah desain ilustrasinya yang bertemakan karikatur atau mural, sebenarnya apa yang membuat Pastor Juan mengarah kesana secara seni dalam menyelesaikan buku ini?

Sebetulnya saya termasuk orang seni dan menyukai seni. Saya punya keinginan kata “Seni” pada judul buku ‘The Art of Worship’ dikembangkan , dan oleh tim creative internal kami hal tersebut dipikirkan dan diterjemahkan dalam desain visual sehingga membuat tampilan buku ini menjadi sebuah karya seni.

Kendala terbesar apa yang Ps. Juan alami selama pembuatan buku ini?

Kendalanya yaitu pada masa proses editing, karena diawal penulisan saya menggunakan bahasa yang sangat sehari-hari, sehingga memakan waktu pada bagian editing tata bahasanya. Topik seberat penyembahan namun ditulis dengan menggunakan bahasa yang sederhana, mudah dimengerti dan diaplikasikan.

Kenapa Ps. Juan memilih untuk menjabarkan kata worship ke dalam 5 hal dalam chapter-chapter tersebut?

Lima hal ini yang menurut saya paling utama dalam menyembah Tuhan.

Pertama adalah worship is obedience, penyembahan adalah ketaatan, mungkin kita berpikir taat itu sulit. Kita perlu belajar bagaimana supaya mudah untuk taat dan kita akan menikmatinya.

ke-2 worship is knowing penyembahan adalah pengenalan, ada banyak orang menyembah Tuhan tanpa mengenal Tuhan yang disembah, pengenalan itu indah sekali, sehingga kita perlu tahu bagaimana mengenal Tuhan lebih lagi.

ke -3 worship is pausing, artinya penyembahan itu kita mengambil waktu sejenak dan tidak melakukan apa-apa, seperti dua tokoh dalam Alkitab yang terkenal yaitu Maria dan Martha , keduanya mengasihi Yesus, Martha sibuk dengan banyak hal sampai dia kewalahan, namun dia melakukan untuk Tuhan, lalu ada Maria yang tidak melakukan apa-apa, dia hanya duduk dikaki Yesus dan mendengarkan Yesus berbicara. Namun Yesus berkata pada Maria, kamu sudah melakukan yang terbaik dan hal itu tidak bisa diambil dari hidupmu. Sehingga kita perlu belajar bagaimana caranya untuk berdiam diri dihadapan Tuhan.

ke -4 adalah worship is surrender, seringkali dalam hidup ini kita bertemu dengan masalah-masalah yang sulit, pergumulan dan tantangan yang berat, worship is surrender punya arti peyembahan adalah berserah, pada bagian ini kita perlu belajar bagaimana kita beserah pada Tuhan membiarkan air mata kita mengalir dan memperoleh kelegaan dari tuhan.

Dan yang terakhir ke-5, worship is serving, Yesus berkata hanya kepadaKu kau bisa menyembah dan kepadaKu engkau harus berbakti, berbakti artinya melayani dan melayani artinya penyembahan.  Sehingga kita perlu tahu bagaimana bisa melayani dengan baik dan merupakan penyembahan kepada Tuhan.

Apa yang menjadi harapannya Ps. Juan bagi para pembaca

Supaya semua orang yang membaca buku ini mereka menjadi penyembah-penyembah yang benar yang dicari Bapa, dan mereka punya personal relationship with God, semakin dekat dengan Tuhan , semakin mengasihi Tuhan dan hidupnya menyenangkan Tuhan.